Pola Pemberian MP-ASI dan Status Gizi Bayi Usia 7–24 Bulan
DOI:
https://doi.org/10.55316/mm.v18i1.1226Keywords:
nutritional status, complementary feeding, infantsAbstract
The introduction of complementary feeding (MP-ASI) before the recommended age may increase the risk of health complications in infants, including gastrointestinal infections such as gastroenteritis, which can potentially be fatal. This study aimed to examine the association between complementary feeding practices and the nutritional status of children aged 7–24 months in Mojodadi Village, Kemlagi District, Mojokerto Regency, in 2024. An analytic observational study with a cross-sectional design was conducted. The sample consisted of 34 infants aged 7–24 months. Data were obtained from secondary sources, specifically the 2024 child nutrition report, which included information on the appropriateness of complementary feeding practices and nutritional status based on the weight-for-age (W/A) indicator. The relationship between variables was analyzed using Fisher’s Exact Test.The results showed that the majority of children received complementary feeding at the appropriate age (after 6 months), totaling 27 respondents (79.4%). Similarly, most children had normal nutritional status, also 27 respondents (79.4%). Fisher’s test yielded a p-value of 0.020, indicating a statistically significant association between complementary feeding practices and the nutritional status of infants aged 7–24 months in the study area.Appropriate implementation of complementary feeding—both in terms of timing and feeding practices—has the potential to improve nutritional adequacy and support children’s physical and cognitive development. Health workers and community health volunteers (posyandu cadres) are encouraged to strengthen parental education through demonstrations of age-appropriate complementary feeding practices and to promote regular growth monitoring for early detection of nutritional problems.
References
Alamsyah, D., Mexitalia, M., Margawati, A., Hadisaputro, S., & Setyawan, H. (2017). Beberapa Faktor Risiko Gizi Kurang dan Gizi Buruk pada Balita 12- 59 Bulan (Studi Kasus di Kota Pontianak). Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas, 2(1), 46.
Alvianti Ningsih, H., Wardita, Y., & Feriyanan, T. (2021). Hubungan Pemberian Makanan Pendamping Asi (Mpasi) Dengan Kejadian Diare Pada Bayi Sebelum Usia 6 Bulan Di Kecamatan Pasean. (1 SE-Artikel), 7–9. http://ejurnal.uij.ac.id/index.php/JM/ article/view/1035
Anggraeni EM, Herawati DMD, Rusmil VK, Hafsah T. Perbedaan status gizi bayi usia 6-9 bulan yang diberi MPASI buatan pabrik dan rumah. Jurnal Gizi Klinik Indonesia. 2020;16(3):106-13. doi: 10.22146/ijcn.43358Arikunto, S. (2021). Peneltian Tindakan Kelas. Edisi Revisi: Bumi Askara
Apriliani, A P., Arifuddin, D., Nurmadilla, N., Ananda, F., & Bima, I. H. (2023). Analisis Karakteristik dan Pola Pemberian MPASI Anak Usia 6-24 Bulan di Puskesmas Soroako. Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran, 3(7), 461-470.
Chaliesta Ayu Anggelliae, d. (2022). pedoman pemberian MPASI dan resep MPASI Rumahan. Kedung kandang,Malang: Rena Cipta Mandiri.
Dian Prima Zahriah dan Yudith Mangiri. (2015). MPASI Perdana Cihuy: Pedoman Makanan Pendamping ASI usia 6-12 Bulan. Asha book : Jakarta
Dinkes Jatim. (2022). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur 2021. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur
Dinkes Jatim. (2023). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur 2022. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur
Fadilah, S. (2017). Analisis Makanan Pendamping Asi (Mp Asi) Pada Ibu Bekerja Di Wilayah Kerja Puskesmas Turikale Kabupaten Maros Tahun 2017.
Fiddianti dkk. (2019). Pengaruh Jenis Pemberian MP-ASI terhadap Status Gizi Anak Usia 6-12 Bulan di Puskesmas Alue Bilie Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya. Jurnal Abulyatama, 1 No.2(2), 68–73.
Hanindita, M. (2019). Mommyclopedia 567 Fakta Tentang MPASI. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama
IDAI. (2018). Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI). In UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI (p. 18).
Isabela, S. (2023). Hubungan Pemberian Jenis Mp Asi Dengan Status Gizi Anak Usia 6-24 Bulan Di Desa NGEPRINGAN (Doctoral dissertation, Universitas Islam Sultan Agung Semarang).
Kartikasari, D & Afsah, Y.R. (2019). A-Z tentang MPASI. Yogyakarta : Divapress
Kemenkes RI. (2022). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2021. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Kemenkes RI. (2023). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2022. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Kementrian Kesehatan, R. I. (2020). Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Khadijah, Siregar, W. N., Nasution, P. I. S., & Tanjung, I. (2022). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tumbuh Kembang Anak Di RARantau Prapat Kabupaten Labuhan Batu. Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 4(1), 1707– 1715.
Kopa, M. T. A. I., Togubu, D. M., & Syahruddin, A. N. (2021). Hubungan Pola Pemberian MPASI dengan Status Gizi Anak Usia 6-24 Bulan di Kabupaten Pangkep. Al GIZZAI: Public Health Nutrition Journal, 1(2), 103–110. https://doi.org/10.24252/algizzai.v1i2.22176
Kusumaningrum, N. D., Hastuti, P., & Mayasari, A. C. (2019). Hubungan Perilaku Pemberian MP-ASI dengan Status Gizi Bayi 6-24 Bulan di Posyandu Desa Bandung Mojokerto. Jurnal Surya, 11(3), 62–68.
Laily, A. H. (2022). Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Menggunting Dengan Metode Demonstrasi Pada Anak Usia 5-6 Tahun Di TK Putra Harapan Jatipelem Diwek Jombang. Jurnal Fakultas Ilmu Pendidikan. 2(3), 19.
Lestiarini, S., & Sulistyorini, Y. (2020). Perilaku Ibu pada Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) di Kelurahan Pegirian. Jurnal Promkes. 8(1), 1.
Marimbi, H. (2018). Tumbuh kembang, Status Gizi dan Imunisasi Dasar Pada Balita. Yogyakarta : Nuha Medika
Marimbi, H. (2018). Tumbuh Kembang, Status Gizi, Dan Imunisasi Dasar Pada Balita. Yogyakarta: Nuha Medika.
Marini, G., & Hidayat, A. A. A. (2020). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Status Gizi Pada Anak Usia 6-14 Bulan di Kabupaten Lamongan. UM Surabaya, 0713028201
Mulyana, D. N., & Maulida, K. (2019). Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan ibu tentang makanan pendamping ASI pada bayi 6-12 bulan tahun 2019. Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia, 9(3), 96–102.
Oktavia, S., Widajanti, L., & Aruben, R. (2017). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Gizi Buruk Pada Balita Di Kota Semarang Tahun 2017 (Studi Di Rumah Pemulihan Gizi Banyumanik Kota Semarang). Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 5(3), 186–192.
Perbedaan status gizi bayi usia 6-9 bulan yang diberi MPASI buatan pabrik dan rumah. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 16(3), 106.
Permenkes RI. (2020). Standar Antropometri Anak. 3. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 1–78.
Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto. (2021). Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto. Mojokerto: Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto.
Putri, D. J. I., Endrinald, E., & Oktova, R. (2024). Hubungan Pengetahuan Orangtua Tentang Pemberian Mpasi Dan Status Ekonomi Dengan Status Gizi Baduta Usia 6-24 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Anak Air Kota Padang. Indonesia Jurnal Kebidanan, 8(1), 9-15.
Putri, S. A., Indria, D. M., & Sulistyowati, E. (2020). Pengaruh Pengetahuan ibu dan Pola Pemberian Makanan Pendamping ASI terhadap Status Gizi bayi usia 6-12 bulan di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Jurnal Kedokteran Komunitas, Volume 9 N, 1–9.
Rachmah, Q., Muniroh, L., Atmaka, D. R., Fitria, A. L., Pratiwi, A. A., Agustin, A. M., ... & Wigati, M. (2022). Peningkatan Pengetahuan Gizi Terkait Makanan Pendamping Asi (Mp-Asi) Melalui Edukasi Dan Hands-On-Activity Pada Kader Dan Non-Kader. National Nutrition Journal/Media Gizi Indonesia, 17.
Rachman, T. (2018). Hubungan Pemberian MP-ASI dengan Status Gizi Pada Anak Usia 6-12 Bulan. Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952.,10–27.
Rahayu, E. S. (2020). Gambaran Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Status Gizi Balita Di Wilayah Kerja Desa Baregbeg Kabupaten Ciamis Tahun 2020. Journal Of Midwifery And Public Health, 2(2), 75–84.
Rokhaidah, Wahyudi, C. T., & Florensia, L. (2021, October 21). Cegah Stunting Pada Anak Melalui Gerakan Ibu Sadar 1000 HPK. Prosiding SENAPENMAS.
Rotua, D. F., Novayelinda, R., & Utomo, W. (2018). Identifikasi perilaku ibu dalam pemberian MP-ASI dini di Puskesmas Tambang Kabupaten Kampar. Journal Of Maternity, 5, 1-10.
Sahputri, J., Zara, N., Wahyuni, S., & Complamentary, E. (2021). MPASI Di Wilayah Kerja Puskesmas Banda Sakti. (2), 50–61.
Sarman, & Darmin. (2021). Hubungan ASI Eksklusif dan Paritas dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 6-12 Bulan di Kota Kotamobagu?: Studi Retrospektif. Gema Wiralodra, 12(2), 206–216.
Statistik Kesehatan Kabupaten Mojokerto Tahun 2023. (2023). Mojokerto: Pemerintah Kabupaten Mojokerto.
Sugiyono (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Theodora, M., Iza, A., Togubu, D. M., & Syahruddin, A. N. (2021). Hubungan Pola Pemberian MPASI dengan Status Gizi Anak Usia 6-24 Bulan di Kabupaten Pangkep. 2021. 1(2), 103–110.
Wawan, A., & Dewi, M. (2018). Teori & Pengukuran Pengetahuan, Sikap, Dan Perilaku Manusia. Yogyakarta: Nuha Medika.
Widyawati, Fatmalina F., dan Suci D. (2016). Analisis Pemberian MPASI dengan Status Gizi pada Anak Usia 12-24 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Lesung Batu, Empat Lawang. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat. Volume 7 Juli 2016, Number 2.
Zogara, A. U., Loaloka, M. S., & Pantaleon, M. G. (2021). Faktor Ibu Dan Waktu Pemberian Mpasi Berhubungan Dengan Status Gizi Balita Di Kabupaten Kupang. Journal of Nutrition College, 10(1), 55–61







