HUBUNGAN POLA MAKAN, RIWAYAT PENYAKIT INFEKSI, TINGGI BADAN ORANG TUA DAN SUMBER AIR MINUM DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA 24--59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALUMPANG, KOTA TERNATE
Stunting
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.4558409Keywords:
Pola Makan, Riwayat Penyakit Infeksi, Tinggi Badan, sumber Air minum, StuntingAbstract
Masalah gizi merupakan hal yang penting bagi kelangsungan hidup manusia. Gizi yang berdampak serius terhadap kualitas Sumber Daya Manusia. Status gizi merupakan indikator kesehatan yang penting bagi balita karena anak usia di bawah lima tahun merupakan kelompok yang rentan terhadap kesehatan dan gizi yang dampak fisiknya diukur secara antropometri. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan hingga masa pada awal kelahirannya, akan tetapi hal ini baru dapat terlihat setelah anak berumur 2 tahun. Stunting disebabkan oleh kurangnya asupan zat gizi dalam waktu yang cukup lama dan biasanya diikuti dengan frekuensi anak yang sering sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pola makan, riwayat penyakit inferksi, tinggi badan orang tua dan sumber air minum dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di puskesmas kalumpang. Jenis penelitian ini adalah Analitik Observasional dengan desain crossectional. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Oktober - November Tahun 2020 di puskesmas Kalumpang Ternate. Populasi dari penelitian ini adalah Balita usia 24-59 bulan yang mengalami Stunting di wilayah kerja puskesmas kalumpang. Teknik Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah accidental sampling Besar sampel dalam penelitian ini adalah 50. Data dianalisis dengan program komputer, dan disajikan dalam bentuk tabel dan narasi serta dilakukan pengujian analisis dengan menggunakan uji Coefficient Contingency. Hasil penelitian ini adalah ada hubungan antara pola makan (p=0,025), riwayat penyakit infeksi (p=0,045), tinggi badan orang tua (p=0,030) dengan kejadian stunting, sedangkan variable sumber air minum tidak ada hubungan (p=0,106) dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja puskesmas kalumpang, kota Ternate.
References
Aryastami NK, Shankar A, Kusumawardani N, Besral B, Jahari AB, Achadi E. 2017. Low birth weight was the most dominant predictor associated with stunting among children aged 12–23 months in Indonesia. BMC Nutr. 3(1):16.
Dewi E, Nindya T. 2017. Hubungan Tingkat Kecukupan Zat Besi Dan Seng Dengan Kejadian Stunting Pada Balita 6-23 Bulan. Amerta Nutr. 1(4):361.
Fitriahadi, E. 2018. ‘The Relationship Between Mother’s Height With Stunting Incidence In Children Aged 24-59 Months’, Jurnal Keperawatan Dan Kebidanan Aisyiyah, 14(1), Pp. 15–24. Doi: 10.31101/Jkk.545.
Garcia Cruz LM, Gonzalez Azpeitia G, Reyes, Suarez D, Rodriguez Santana A, Loro Ferrer JF, Serra-Majem L. 2017. Factors associated with stunting among children aged 0 to 59 months from the central region of Mozambique. Nutrients. 9(5):1-16.
Hudoyo, K. S. 2018. Warta Kesmas. Edisi 2 /. Jakarta: Warta Kesmas Kementerian Kesehatan. Available At: www.kesmas.kemkes.go.id.
Joint Child Malnutrition Eltimates And Kesehatan, P. Data K. 2018. ‘Buletin Stunting’, In Eka Satriani, S. (Kementerian K. (Ed.) Journal Of Molecular Biology. Semester 1. Jakarta, Pp. 1163–1178.
Khoeroh, H. And Indriyanti, D. 2017. ‘Evaluasi Penatakasanaan Gizi Balita Stunting’, Unnes Journal Of Public Health, 6(3), Pp. 189–195. Doi: 10.1177/1403494814549494.
M’Kaibi FK, Steyn NP, Ochola SA, Du Plessis L. 2017. The relationship between agricultural biodiversity, dietary diversity, household food security, and stunting of children in rural Kenya. Food Sci Nutr. 5(2):243-254.
Nabuasa, C.D, Juffrie, M, dan Huriyati E. 2013. Riwayat pola asuh, pola makan, asupan zat gizi berhubungan dengan stunting pada anak 24–59 bulan di Biboki Utara, Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur. J Gizi dan Diet Indones. 1(3):31-43.
Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta, CV.
Tnp2k. 2017. 100 Kabupaten/Kota Prioritas Untuk Intervensi Anak Kerdil (Stunting). Edited By T. N. P. P. Kemiskinan. Jakarta.
Trimukti WY, Huang Y-W, Amini A. 2017. Affecting Factors of Stunting Incidences among Children Aged 12-59 Months in West Nusa Tenggara Province Indonesia. J Healthc Commun. 2(4):45.
Unicef. 2012. Ringkasan Kajian Gizi. Jakarta: Pusat Promosi Kesehatan - Kementerian Kesehatan RI.
Waladow, G. 2013. Hubungan Pola Makan dengan Status Gizi Pada Anak Usia 3-5 tahun di wilayah Kerja Puskesmas Tompaso Kecamatan Tompaso. ejournal keperawatan (e-Kp), 1-6. Manado.
Zilda Oktarina dan Trini Sudiarti. 2013. ‘Risk Factors Of Stunting Among Children (24 - 59 Months) In Sumatera’, Jurnal Gizi Dan Pangan, 8(3), Pp. 175–180










