PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN BISKUIT DAN BAHAN MAKANAN CAMPURAN KELOR TERHADAP BERAT BADAN DAN HEMOGLOBINStudi Pada Balita Dengan Status Gizi Kurus Di Wilayah Kerja Puskesmas Kalumpang Kota Ternate Tahun 2015
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.3514465Keywords:
Kata kunci : PMT Biskuit, BMC kelor, gizi kurus, BB, HbAbstract
Gizi kurang sering dialami oleh balita,salah satu penyebab masalah gizi pada anak adalah akibat defisiensi energi, dalam hal ini karena asupan kalori yang kurang, akibatnya cadangan glukosa dalam otot dan hati berupa glikogen dipecah.Kekurangan gizi pada balita dapat berakibat terganggunya fungsi otak secara permanen dan kekurangan gizi secara umum menyebabkan gangguan pada proses-proses pertumbuhan, produksi tenaga, pertahanan tubuh, perilaku, struktur dan fungsi otak.Berbagai upaya untuk mengatasi masalah gizi telah dilakukan oleh pemerintah salah satunya adalah Pemberian Makanan Tambahan, tujuan utama dilaksanakannya program ini adalah memperbaiki status gizi balita, terutama balita gizi kurang dan gizi buruk. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pemberian makanan tambahan biskuit dan bahan makanan campuran kelor terhadapBBdan Hbpada balita dengan status gizi kurus di Wilayah kerja Puskesmas Kalumpang Kota Ternate. Penelitian ini menggunakan desain Randomized Control Trial Desain, pada kelompok balita dengan pemberian PMT biskuit sebagai kelompok kontrol dan pemberian PMT bahan makanan campuran (BMC) kelor sebagai kelompok perlakuan. Sampel sebesar 22 balita dan dianalisis dengan peason dananalisis komparasi pre-post dengan uji paired saples T Tes.
Hasil penelitian menjelaskan bahwa ada perbedaan BB sebelum dan setelah pemberian PMT BMC kelor pada kelompok perlakuan dengan nilai (p=0,003) sedangkan pada kelompok kontrol tidak ada perbedaan BB sebelum dan setelah pemberian PMT biskuit dengan nilai (p=0,780), dan untuk hemoglobin pada kelompok perlakuan maupun kelompok kontrol tidak ada perbedaan sebelum dan setelah mendapatkan PMT BMC kelor (p=0,087) dan PMT biskuit (p=0,159). Pemberian PMT BMC kelor pada kelompok perlakuan selama 60 hari memberi pengaruh terhadap BB sedangkan pada Hb tidak memberi pengaruh sedangkan pada kelompok kontrol tidak memberi pengaruh terhadap BB dan Hb setelah pemberian PMT biskuit.
References
Adriani M. & Wirjatmadi B.,(2014)Gizi dan Kesehatan Balita.Jakarta : Kencana Prenada Media Group.
Adriani M. & Wirjatmadi B.,(2013)Pengantar Gizi Masyarakat.Jakarta : Kencana Prenada Media Group.
Alimul, Azis dan Hidayat.,(2008)Metode Penelitian dengan Statistik. Jakarta : Salemba Medika.
Agarwal N.K dkk., (2007).A. Pilot Studi on The Effects of Curd (dahi) & Leaf Protein Concentrate in Children With Protein Energy Malnutrition (PEM). http://mrdind.nic.in/iby/t07/i9/ibyt07i9p199. (sitasi 20 September 2014).
Depkes., (2011) Panduan Penyelenggaraan PMT Pemulihan bagi Balita Gizi Kurang dan Ibu Hamil KEK. Jakarta. Dep. Kes RI.
Depkes., (2012) Panduan Penyelenggaraan PMT Pemulihan bagi Balita Gizi Kurang dan Ibu Hamil KEK. Jakarta. Dep. Kes RI.
Dinas Kesehatan Kota Ternate., (2015) Data Gizi Buruk dan Gizi Kurang Balita (0-59 bulan). Dachana,K.B,dkk.,(2010). Effect Of Dried Moringa (Moringa Oleifera Lam) Leaves On Rheologi, Microstructural, Nutritional, Textural And Organoleptic Characteristics Of Cookies. http://journals2.scholarsportal.info/details.xqy?uri=/01469428/v33i0005/660_eodmol taococ.xml. (sitasi 10 Januari 2015)
Ersa Anditia.,dkk (2012) Efektivitas Program PMT Pemulihan Terhadap Kenaikan Berat Badan Pada Balita Status Gizi Buruk di Kabupaten Banyumas. (sitasi 28 September 2014).
Joni M.S, Sitorus M, dan Katharina N., (2008) Cegah Malnutrisi dengan Kelor. Yogyakarta. Penerbit Kanisius.
KEMENKES., (2011) Pedoman Pelayanan Anak Gizi Buruk. Jakarta : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
KEMENKES., (2011) Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, tentang Standar Antropometri Penilaian Status Gizi Anak. Jakarta : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
KEMENKES., (2014) Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Luthfiyah, Fifi., (2010). Potensi Daun Kelor di NTB. https://persagintb.wordpress.com/2010/04/09/potensi-daun-kelor.(sitasi10 Januari 2015).
Luthfiyah, Fifi., (2012). Potensi Gizi Daun Kelor (Moringa Oleifera) Nusa Tenggara Barat. Media Bina Ilmiah Volume 6.No.2 : 42-50. (sitasi 9 Januari 2015).
Lehninger., (2004). Biochemistry 4 ed.P. 422-432.
http://www.torrentsdownload.org/torrent/1650875691/Lehninger+Biochemistry+4ed+2004. (sitasi 17 Maret 2015).
Mulyati dan Firiyanti., (2012). Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT-P) Terhadap Status Gizi Balita Gizi Buruk Di Dinas Kesehatan Kota Semarang. Machfoedz Ircham., (2013) Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta :Fitramaya, hal.157-159.
Riskesdas., (2010)Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Riskesdas., (2013)Riset Kesehatan Dasar. Jakarta : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Sastroasmoro S., Ismael S., (2011) Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Klinis. Jakarta : Edisi 4, Sagung Seto, hal. 166-199.
Sulistyoningsih Hariyani.,(2011). Gizi untuk Kesehatan Ibu dan Anak. Yogyakarta : Graha Ilmu.
Susanto H, dkk., (2010). Efek Nutritional Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) Varietas NTT Terhadap Kadar Albumin Tikus Wistar Kurang Energi Protein (Studi in Vivo Kelor sebagai Kandidat Terapi Suplementasi pada Kasus Gizi Buruk). Publikasi Ilmiah SemNas MIPA 2011. http;//hendrasusatofaal.blokspot.com/2011/02/publikasi- ilmiah-senan-mipa 2011.htmi.(sitasi 10 Januari 2015).
Supariasa, I Dewa Nyoman, dkk., (2012) Penilaian Status Gizi. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Simbolon, Jonni Marjuang, Sitorus M., dan Katharina Nelly., (2008) Cegah Malnutrisi dengan Kelor. Yogyakarta : Kanisius.
Sugiyono.,(2010) Metode Penelitian Bisnis. Bandung : Alfabetha.
Soegianto,B,dkk,(2007) Penilaian Status Gizi dan Baku Antropometri WHO-NCHS. Surabaya: Putra Prima Airlangga.
Thurber MD, and Fahey JW. Adoption of oleifera to combat under-nutrition viewed through the lens of the “Diffusion of Innovation” Theory. Ecol Food Nutr. (2009) May 1:48 (3):212-225
Usman, Husaini., Setiady Akbar,P., (2008) Pengantar Statistika. Yogyakarta : Bumi Aksara.
Widjajanto & Luthfiyah., (2011) Serbuk Daun Kelor Memulihkan Kondisi Fisik Gizi Buruk pada Tikus Model Kurang Energi Protein. Jurnal Kedokteran Brawijaya,Vol. 26, No.3, Februari 2011. (sitasi 28 September 2014).
Winarti Sri., (2010) Makanan Fungsional. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Zakaria, dkk., (2012). Penambahan Tepung Daun Kelor Pada Menu Makanan Sehari-Hari Dalam Upaya Penanggulangan Gizi Kurang Pada Anak Balita. Media Gizi Pangan, Volume XIII, Edisi 1. (sitasi 10 Januari 2015).
Zakaria, dkk.,(2013). Pemanfaatan Tepung Kelor (Moringa Oleifera) dalam Formulasi Pembuatan Makanan Tambahan untuk Balita Gizi Kurang. Media Gizi Pangan, Volume XV, Edisi 1. (sitasi 10 Januari 2015).
Zongo Urbain, dkk., (2013). Nutritional and Clinical Rehabilitation of Severely Malnourished Children With Moringa Oleifera Lam. Leaf Powder in Ouagadougou. Jurnal. http//file.scirp.org/Html/15-2700848_36451.htm. (sitasi 13 Desember 2014).










